Dyra Athifa
Bayangin, lo lagi asik nongkrong sama temen-temen lo dengan tingkah lo yang pecicilan, kalo ngomong nyerocos dan suka ngelawak. Tiba-tiba temen lo ngomong ada temen lamanya dia yang mau gabung, terus lo jawab "iya kesini aja, makin rame kan makin seru". Temen lo balas "oke".
Selang beberapa menit temennya temen lo dateng. Pas lo liat ternyata dia orang yang lo suka. Lo yang awalnya pecicilan tiba-tiba jadi pendiem. Temen lo heran "lo sakit?, Kok tiba-tiba diem". Lo jawab "iya nih tiba-tiba gak enak badan, dingin" sambil pura-pura ngelus lengan sendiri untuk meyakinkan temen lo. Tiba-tiba orang yang lo suka nyodorin jaket dia sambil ngomong "nih pake jaket aku aja".
-------------------------continue-------------------------
Tak terasa malam semakin larut. Lo liat dari ekor mata lo cowok yang lo suka sedang memperhatikan jam tangannya. Temen lo membuka suara "udah jam berapa dra?". Wah dari saking senengnya lo nongkrong sama dia, lo lupa ngenalin dia. Jayandra panggil aja Andra. Dia jawab "udah jam 12 malem". Temen lo bergumam "udah malem aja, padahal masih seru. Kamu stay di malang mulai hari ini dra?". "Iya" jawabnya. "Mantap, kapan-kapan kita ngopi lagi. Eh, sorry banget nih aku harus cabut duluan ada urusan sama temen" kata temen lo. Andra "Bareng aja, aku juga mau balik". "Iya bareng aja, aku juga mau balik" timpalku. Temen lo "oh ya udah ayok". Saat lo dan temen lo udah berdiri, si Andra belom beranjak dari kursinya. Temen lo "Dra?".
-------------------------continue-------------------------
Sampai di kos lo liat temen lo si Mega belum tidur, pintu kamarnya masih terbuka. "Belum tidur Meg?" Sapamu. "Udah tidur tadi terus kebangun gak bisa tidur lagi" jawabnya. "Dari mana jam 1 baru pulang?" Timpalnya lagi. "habis ngelonte" jawabmu sambil terbahak-bahak. Pas lo buka kamar lo si Mega ngekor dibelakang, ternyata dia masih penasaran. "Apasih Meg?" Tanya lo. "Ayolah cerita, gak biasanya muka lo berbinar-binar gitu" ucap Mega. Dan lo ceritain kalo lo habis ketemu orang yang lo suka 6 tahun yang lalu dan apa yang terjadi tadi. Back to one hour before.
-------------------------back-------------------------
Temen lo "Dra?". "Eh kalian keburu
ya? Aku masih pesen ojol (ojek online), tadi aku kesini pake ojol. Kalo kalian
buru-buru gpp duluan" jawab Andra. "Aku udah ditunggu sama temen,
beneran gpp aku duluan?" Tanya temen lo. "Iya gpp" jawab Andra.
"Ya udah kamu duluan aja biar aku yang nemenin Andra sampek dapet
driver" ucap lo. "Thanks ya Dir" kata temen lo dan dia pergi
meninggalkan kalian berdua. Kenalin Dyra Athifa, Rumah yang penuh kasih sayang
itu arti nama lo. Andra "Maaf ya jadi gak enak kamu harus nungguin
aku". "Iya gpp santai aja" balas lo. Hanya itu kata-kata yang
keluar dari mulut dia sampai dia dapet driver. Waktu dia nyamperin abang
ojolnya dia ngomong "bang nanti kita ngikutin dia dulu ya sampai kosnya,
ntar aku tambahin ongkosnya" ucapnya. "Eh gpp kok aku bisa
sendiri" balas lo. Andra "Cewek gak baik pulang malem sendirian"
. "Hmm, oke" lo gak bisa nolak dan lo pulang diantar Andra.
Diperjalanan lo gak berhenti senyum, lo bahagia sebahagia-bahagianya. Lo gak
pernah diperlakukan seperti ini sama cowok lain atau temen-temen cowok lo,
karna dimata cowok lain lo cewek pemberani, mandiri dan sedikit tomboy. Singkat
cerita lo sampek di kos, sebelum masuk lo gak lupa mengucapkan terimakasih.
"Sama-sama, seneng bisa ketemu kamu lagi" jawabnya dengan wajah
tersenyum. "Yuk bang jalan" ucap dia pada ojol. Dia pergi dengan
posisi lo masih mematung mencerna ucapan dia yang belom bisa lo cerna dengan
baik "Seneng bisa ketemu lagi".
-------------------------continue-------------------------
"Sebelumnya kalian saling kenal?" tanya Mega. "Nggak Meg, aku cuma pernah keliatan dia 6 tahun lalu. Waktu itu aku lagi jadi relawan PMR (palang merah remaja). Aku jadi relawan selama 2 minggu, hari ke-8 aku sakit selama 2 hari dan gak masuk. Pas aku masuk aku udah gak pernah keliatan dia lagi. dan baru ketemu dia lagi malem ini" jawab lo. "Apa jangan-jangan pas kalian sama-sama jadi relawan dia juga merhatiin kamu tanpa sepengetahuan kamu?" tanya Mega lagi. "kalo itu aku kurang tau, tapi kalo dia ngomong kayak tadi tidak menutup kemungkinan iya, dia juga merhatiin aku". Mega "cieeee, apakah kali ini akan benar-benar menyatu?". "iiiihhhh apa sih Meg, he's like a star that is hard to reach" kata lo. "Emangnya kenapa?" tanya Mega. "Dia terlalu sempurna buat aku yang kentang" jawab lo. "kalo kamu kentang terus aku apa? remahan rengginang? bisa aja lu kepiting rebus" ucap Mega. "Mateng dongggg, hahahhahahah" timpal lo.
-------------------------continue-------------------------
Seminggu setelah pertemuan lo dengan Andra, lo gak pernah denger kabar dia lagi. Lo pikir mungkin kejadian 6 tahun lalu akan terulang kembali, dia datang lalu pergi. Tapi lo gak mau ambil pusing tentang dia dan lo jalanin hidup lo seperti biasanya. Sampai dimana tiba-tiba lo dapet pesan dari nomor baru.
Meski nomor baru tapi orang tersebut menggunakan foto profil, tanpa babibu lo langsung buka foto profil nomor baru tersebut dan lo kaget yang chat lo adalah Andra.
Lo gak bales lagi chat terakhir Andra. Lo tersenyum lebar, hati lo berdetak lebih kencang dan tanpa lo sadari berguling-guling diatas kasur lo dengan perasaan bahagia yang gak bisa lo definikan lagi.
"Dyra......." Teriak Mega. "Apa sih Meg, ganggu aja lo". Jawab lo. "Gila lo ya belom siap-siap. Udah jam berapa ini? Ntar aku ketinggalan kereta Dirrrrrrrr" ucap Mega ketus. "Astaga sorry sorry lupa" dan lo buru-buru pakai baju keluar dan mengantarkan Mega ke stasiun.
----------------continue-----------------
Oh God, lo beneran lupa mau ngabarin dia kalo udah sampek kos. Lo buru-buru nyamperin dia. "Sorry, aku lupa" ucap lo dengan muka merasa bersalah. "Gpp, aku udah lapar makanya langsung kesini" jawab dia santai. "Mau makan dimana?" Tanya lo. "Harusnya aku yang tanyak kamu, kamu kan lebih lama disini haha" ucapnya. "Hahaha iya juga sih, hmmm mau coba ayam tulang lunak?" Ajak lo. "Boleh". Lo dan dia akhirnya pergi untuk makan. Lo masih gak nyangka bisa makan bareng sama dia. Apakah ini mimpi? Lo selalu mengulang kata-kata itu dalam benak lo. Sampai di tempat makan lo pesen menu yang sama, ketika lo mau ambil dompet dia udah nyodorin duluan uang dia ke kasir. "Eh, berapa punyaku?" Tanya lo. "Gak tau" jawabnya. "Jangan gitu dong, aku juga mau bayar" ucap lo. "Udah simpen aja uangnya" kata dia. "Thank you" kata lo. Suasana mulai canggung, lo gak tau mau ngajak bicara apa. Lo sering mencuri-curi pandang dan masih gak percaya lo makan cuma berdua sama dia. Akhirnya keinginan itu terwujud malam ini. Tiba-tiba lo penasaran kenapa dia ada di kota ini. "Btw kamu ngapain disini?" Tanya lo. "?" Dia merasa bingung. "Maksud aku, kamu ngapain di malang? Kuliah kerja atau apa?" Lo menjelaskan maksud pertanyaan lo tadi. "Oh, aku ada kerjaan disini" jawabnya. "Sampek kapan?". "Kayaknya bakal lama, soalnya aku dipercaya buat ngelola cabang baru sama perusaan". Pesanan kalian datang dan kalian mulai menikmati makanannya sambil saling bercerita keseharian kalian sampai dia nganterin pulang lo lagi ke kos. "Kalo next time aku ngajak kamu makan lagi, boleh?" Tanya dia ketika sampai di depan kos lo. "Boleh kok" jawab lo singkat. "Oke, aku balik" ucapnya. "Oke, hati-hati". Dia mengangguk dan tersenyum lalu pergi.
----------------------contonue--------------------



Wkwkwk
BalasHapusLanjut atuh
BalasHapusditunggu ya beb, masih rasa sibuk hehehe
Hapus